Kamis, 28 Agustus 2008

20. Hidung Belang Berkipas Sakti

Matahari bersinar terik membakar jagat. Pemuda berpakaian sederhana itu melangkah menyusuri jalan berdebu. Di hadapan sebuah pintu gerbang yang dikawal oleh dua orang prajurit bersenjatakan tombak dia berhenti. Sesaat dengan sepasang matanya yang disipitkan diperhatikannya bangunan pintu gerbang yang kokoh itu. Lalu dia berpaling pada salah seorang pengawal yang berdiri di situ.
”Apakah ini gedung kediaman Adipati Kebo Panaran?” bertanya si pemuda.

download

Tidak ada komentar: